Kertas Ajaib Buatan Sendiri
Dewasa ini banyak orang tua mengeluhkan tentang lemahnya hafalan putra-putrinya. Berbagai cara telah ditempuh, baik dengan memberikan tambahan pelajaran dalam bimbingan belajar, memberikan stimulus atau dorongan, memberikan suplemen daya ingat, atau melarang putra-putrinya bermain dan hanya disuruh belajar, dan lain sebagainya. Sehingga terkadang waktu bermain si kecil menjadi hilang dan si kecil tercipta menjadi manusia yang kuper, kolot, dan tidak berkembang pemikirannya.Istilah bermain memang tidak bisa dilepaskan dari dunia anak-anak. Karena itulah dunia mereka. Maka akan menjadi suatu kesalahan jika orang tua memaksakan kehendak kepada putra-putrinya untuk melakukan kewajiban mereka dengan mengintimidasi kebebasan bermain mereka dan merampas kebahagiaan masa kecil mereka. Sebenarnya tidaklah harus demikian. Dengan melalui tip dan trik yang akan saya paparkan ini mungkin beberapa orang tua dapat tetap memperoleh apa yang mereka inginkan tanpa harus merampas hak dan kebahagiaan si kecil di dalam dunia mereka sendiri.
Kartu ajaib, begitu saya menyebutnya. Tip dan trik ini sudah lama saya pratekkan pada murid-murid saya dan dalam kenyataannya hasil prestasi mereka lebih meningkat tanpa harus mengurangi waktu bermain mereka. Hal dikarenakan mereka tidak merasa tertekan dan terpaksa dalam melakukannya. Bagaimana cara membuatnya … cukup mudah. Anda tinggal mengambil kertas karton yang berwarna menarik atau yang disukai oleh anak. Lalu potong kecil dengan ukuran kira 3 x 5 cm, atau dengan ukuran yang memudahkan anak untuk menggenggamnya tetapi jangan terlalu kecil. Usahakan dengan ukuran yang dapat memuat tulisan yang tidak terlalu kecil. Nah … kartu ajaib sudah jadi.
Lantas bagaimana menggunakannya ... tulislah beberapa mata pelajaran di atas kartu tersebut. Entah pelajaran perkalian, pembagian, ilmu sains, ilmu sosial, nama-nama tokoh, hari kemerdekaan, atau cabang ilmu yang lain. Jangan tulis terlalu banyak, cukup satu saja. Misalnya kalau kita menghendaki perkalian, maka cukup ditulis 4 x 7 (dapat juga perkalian angka yang lain). Setelah itu berikan kepada anak yang akan berangkat bermain. Tidak usah diberi perintah untuk menghafalkan. Cukup ingatkan dia untuk melihat kartu ajaib itu sesering mungkin. Itulah rahasianya. Anak tidak akan merasa dia dituntut harus menghafalkan akan tetapi dengan praktis dia akan menghafalnya dengan melihatnya beberapa kali. Keuntungan mutualisme inilah yang akan menghantarkan kita pada kemajuan anak-anak kita tanpa merampas waktu bermain mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar