Selasa, 24 Januari 2012

Memelihara Hobi Membaca, Buat Apa Sih?

Memelihara Hobi Membaca, Buat Apa Sih?

Membaca adalah jendela dunia, begitu katanya. Tapi saya tidak puas dengan perkataan seperti itu. Saya butuh lebih tahu konkritnya seperti apa. Anda juga, masih ingatkah Anda tentang kebaikan2 dari membaca? Perkenankan saya mengingatkan Anda melalui tulisan berikut ini.


Buat apa pelihara hobi membaca? 


1. Menambah Kepintaran

Ini yang kita sudah sering dengar. Mereka-mereka yang banyak membaca memiliki indeks prestasi dan nilai terbaik di sekolahnya; dan tentu saja secara umum lebih berwawasan. Tapi sebenarnya tidak hanya itu.
Dalam paper yang berjudul What Reading Does for the Mind , Anne E. Cunningham menyatakan bahwa membaca, secara umum, membuat kita jadi pintar dan tetap seperti itu sampai tua nanti. Membaca memiliki konsekuensi kognitif yang lebih luas ketimbang sekedar memberi kemampuan bagi sang pembaca dalam menarik makna dari bacaan. Dalam waktu yang terakumulasi, kebiasaan membaca akan menjadikan kapabilitas kognitif seseorang meningkat dalam banyak aspeknya.

Lebih jauh lagi, studi yang dilakukan oleh Cunningham menemukan bahwa keterampilan berpikir analitis bisa diperkuat dengan membaca. Selain wawasan sang pembaca bisa meningkat, dia juga jadi punya kemampuan lebih dalam mengenali dan memahami pola, yang dari sinilah kemudian kemampuan analitis menjadi meningkat.

2. Mengurangi Stres, Menenangkan Diri

Baiklah, membaca buku kalkulus III barangkali tidak malah membuat rileks. Tapi secara umum, ketika kita membaca, perhatian kita beralih ke bahan bacaan kita itu. Paling efektif manakala yang dibaca adalah buku fiksi, yang merupakan bacaan menarik sebelum tidur.

Tidak hanya itu, membaca juga membuat seseorang jadi anteng. Ya memang mana pernah Anda melihat seseorang yang tenggelam dalam bacaannya asyik berjingkrak-jingkrak. Membaca merupakan terapi yang baik bagi seseorang yang ingin mengistirahatkan fisik dan memberi asupan yang bergizi bagi pikirannya.


3. Menambah Kosakata untuk Respon yang Lebih Baik

Sudah tahu kan; membaca meningkatkan penguasaan kita atas kata (kosakata/vocabulary) dan membuat pengejaan kita pada kata jadi lebih baik. Jika Anda pikir ini hanyalah cocok untuk anak kecil, coba pikirkan lagi. Pernahkah Anda seperti kehabisan kata-kata? Benak Anda sepertinya ingin memuntahkan sesuatu tapi Anda benar-benar kebingungan bagaimana representasi yang tepat untuk semua isi pikiran Anda?
Nah, hal itu bisa terjadi manakala kita masih kekurangan kosakata untuk mewakili perasaan atau gagasan kita. Kegagalan kita dalam mencari perwakilan kata yang presisi akan membuat diri kita merasa tak nyaman hingga sampai pada taraf pensabotasean diri. Bayangkan saja bila Anda semisal tidak mengenal kata “gemes” dan lalu menggunakan kata “marah” untuk apa2 yang harusnya cukup diwakilkan dengan kata “gemes”. Pastilah emosi dan tindakan Anda akan terpengaruh dari pemilihan representasi perasaan yang salah itu.


Cuma itu saja?
Well, membaca membuat kita belajar tentang beragam cara pandang, sehingga jadikan kita lebih bijak. Membaca membantu kita untuk terinspirasi oleh banyak gagasan, membantu kita dalam berkomunikasi, menemukan orang2 yang sama seperti kita, memperluas imajinasi positif, membuat kita tahu apa-apa yang orang lain ketahui, membuat kita terhindar dari melakukan kesalahan yang sama seperti yang dilakukan orang lain, membantu kita dalam menyelesaikan permasalahan yang susah dan menghadapi kesulitan dalam hidup, membuat kita belajar dari pribadi2 istimewa sepanjang jaman, membantu kita belajar budaya berbagai bangsa dan kebudayaan di seluruh dunia, membantu kita mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, membantu kita obat mana di botol yang mana, membantu kita mengetahui isi film ketika kita tidak paham dengan bahasa yang diucapkan, …. dan seterusnya dan seterusnya…

Carilah para pengubah dunia yang suka menghabiskan waktu mereka di depan televisi… Tak ada, bukan? Yang Anda akan temukan pastilah mereka mereka yang gemar membaca hingga ribuan buku selama hidup mereka.
Entah ingin menjadi apapun seseorang nantinya, entah seberapa besar perubahan yang ingin dikenakan, Anda pastilah butuh wawasan & pengetahuan. Dan membaca adalah cara yang amat baik untuk bisa mengantarkan seseorang meraih impiannya.

Senin, 23 Januari 2012

Melatih Menghafal dengan Metode Bermain

Kertas Ajaib Buatan Sendiri

Dewasa ini banyak orang tua mengeluhkan tentang lemahnya hafalan putra-putrinya. Berbagai cara telah ditempuh, baik dengan memberikan tambahan pelajaran dalam bimbingan belajar, memberikan stimulus atau dorongan, memberikan suplemen daya ingat, atau melarang putra-putrinya bermain dan hanya disuruh belajar, dan lain sebagainya. Sehingga terkadang waktu bermain si kecil menjadi hilang dan si kecil tercipta menjadi manusia yang kuper, kolot, dan tidak berkembang pemikirannya.

Istilah bermain memang tidak bisa dilepaskan dari dunia anak-anak. Karena itulah dunia mereka. Maka akan menjadi suatu kesalahan jika orang tua memaksakan kehendak kepada putra-putrinya untuk melakukan kewajiban mereka dengan mengintimidasi kebebasan bermain mereka dan merampas kebahagiaan masa kecil mereka. Sebenarnya tidaklah harus demikian. Dengan melalui tip dan trik yang akan saya paparkan ini mungkin beberapa orang tua dapat tetap memperoleh apa yang mereka inginkan tanpa harus merampas hak dan kebahagiaan si kecil di dalam dunia mereka sendiri.

Kartu ajaib, begitu saya menyebutnya. Tip dan trik ini sudah lama saya pratekkan pada murid-murid saya dan dalam kenyataannya hasil prestasi mereka lebih meningkat tanpa harus mengurangi waktu bermain mereka. Hal dikarenakan mereka tidak merasa tertekan dan terpaksa dalam melakukannya. Bagaimana cara membuatnya … cukup mudah. Anda tinggal mengambil kertas karton yang berwarna menarik atau yang disukai oleh anak. Lalu potong kecil dengan ukuran kira 3 x 5 cm, atau dengan ukuran yang memudahkan anak untuk menggenggamnya tetapi jangan terlalu kecil. Usahakan dengan ukuran yang dapat memuat tulisan yang tidak terlalu kecil. Nah … kartu ajaib sudah jadi.

Lantas bagaimana menggunakannya ... tulislah beberapa mata pelajaran di atas kartu tersebut. Entah pelajaran perkalian, pembagian, ilmu sains, ilmu sosial, nama-nama tokoh, hari kemerdekaan, atau cabang ilmu yang lain. Jangan tulis terlalu banyak, cukup satu saja. Misalnya kalau kita menghendaki perkalian, maka cukup ditulis 4 x 7 (dapat juga perkalian angka yang lain). Setelah itu berikan kepada anak yang akan berangkat bermain. Tidak usah diberi perintah untuk menghafalkan. Cukup ingatkan dia untuk melihat kartu ajaib itu sesering mungkin. Itulah rahasianya. Anak tidak akan merasa dia dituntut harus menghafalkan akan tetapi dengan praktis dia akan menghafalnya dengan melihatnya beberapa kali. Keuntungan mutualisme inilah yang akan menghantarkan kita pada kemajuan anak-anak kita tanpa merampas waktu bermain mereka.